Klinjakarta2006’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

RTH Jakarta Diserobot Pemilik Modal !!

02taman-cilaki.gif

Ruang terbuka hijau Jakarta telah beralih menjadi hutan beton. Daerah yang semula diperuntukkan sebagai paru-paru kota dan daerah konservasi air itu mengalah pada kepentingan bisnis. Berikut ini potret ruang terbuka hijau di lima lokasi utama: Senayan, Hutan Tomang, Pantai Kapuk, Kelapa Gading, dan Sunter.
Hutan Kota Senayan
RENCANA Induk Jakarta 1965-1985 memperuntukkan kawasan seluas 279 hektare ini sebagai Ruang Terbuka Hijau. Fungsi utamanya menjadi paru-paru Ibu Kota. Di atasnya hanya boleh berdiri bangunan publik dengan luas maksimal sekitar 16 persen dari luas total. Tapi, inilah keadaan Senayan kini.

  1. SENAYAN CITY
    Pusat perbelanjaan, dibuka 23 Juni 2006
  2. PLAZA SENAYAN
    Pusat perbelanjaan dan perkantoran, dibuka 1996
  3. SENAYAN TRADE CENTER/GEDUNG PANIN
  4. RATU PLAZA
    Apartemen 54 unit dan pusat perbelanjaan, dibangun 1974
  5. DEPDIKNAS
  6. SUDIRMAN PLACE
    Perbelanjaan dan perkantoran, dibangun 2003
  7. HOTEL CENTURY
    Hotel atlet, dibuka pada 1996
  8. WISMA FAJAR
  9. HOTEL MULIA Hotel, dibangun pada 1997
  10. HOTEL SULTAN
    Dulu Hilton, dibangun 1976
  11. JAKARTA CONVENTION CENTER
  12. POMPA BENSIN SEMANGGI
    Salah satu dari sekitar 36 pompa bensin di jalur hijau di Jakarta.
  13. SENAYAN RESIDENCE APARTEMENT*
  14. SIMPRUG GARDEN*
    Perumahan
  15. PERMATA SENAYAN*
    Rumah kantor
  16. SIMPRUG GOLF*
    Kapasitas penyerapan CO2 oleh rumput tidak sebanyak pohon.

*)tidak terlihat pada peta
Hutan Kota Tomang
RENCANA INDUK 1965 dan 1985 memperuntukkan lahan di Simpang Tomang ini sebagai sabuk hijau Jakarta. Saat itu di sana ajeg hutan kota Tomang. Kini, hutan itu berubah menjadi Mal Taman Anggrek.

  1. MEDITERANIAN GARDEN RESIDENCE I
    Apartemen, dibangun 2002, selesai 2004
  2. MEDITERANIAN GARDEN RESIDENCE II
    Apartemen, dijual pada 2005
  3. MAL TAMAN ANGGREK
    Apartemen dan pusat perbelanjaan, dibuka pada 2006.

Pantai Kapuk
Semula lokasi ini adalah kawasan hutan bakau yang digenangi jutaan kubik air payau. Pengurukan 831 hektare wilayah itu mengakibatkan sedikitnya 16 juta meter kubik air tidak tertampung.

  1. PANTAI INDAH KAPUK
    Perumahan, dikembangkan sejak 1984
  2. HUTAN LINDUNG MUARA ANGKE
  3. PLTU MUARA KARANG
    Pembangkit listrik
  4. KEL. PLUIT
    Perumahan
  5. MEGA MALL PLUIT
    Menggusur sebagian Ruang Terbuka Biru Waduk Pluit.
  6. PANTAI MUTIARA RESIDENCE
    Perumahan

Kelapa Gading
DULU Kelapa Gading adalah wilayah persawahan dan rawa dan menjadi daerah resapan air. Kini, peruntukannya menjadi sengketa: ada yang meyakininya sebagai ruang terbuka hijau, ada yang mengatakan itu wilayah hunian. Tapi, pasti ada yang salah dalam penataan ruang di wilayah itu. Pada musibah banjir Februari 2002, di Kelapa Gading air cuma masuk rumah selutut. Pada 2007, banjir merendam badan.

  1. MAL ARTHA GADING
    Pusat perbelanjaan, dibangun 2005, luas tanah 60 ribu M2
  2. VILLA ARTHA GADING, Perumahan
  3. GADING KIRANA, Perumahan
  4. SPORT MALL KELAPA GADING, Pusat perbelanjaan, dibangun 2002
  5. KELAPA GADING PERMAI, Dikembangkan sejak 1976
  6. KELAPA GADING SQUARE
    Apartemen dan perkantoran, dibangun 2003, luas 170 ribu meter persegi
  7. PALADIAN PARK, Apartemen
  8. RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA, Beroperasi 2002.
  9. MAKRO Supermarket
  10. BUKIT GADING VILLOA, Perumahan
  11. UNIVERSAL SCHOOL
  12. KTC SHOPPING MALL
  13. KOMPLEK TNI-AL
  14. GADING MEDITERANIA RESIDENCE
    Perumahan, dibangun pada 2002
  15. VILLA GADING INDAH
  16. KOMPLEK GUDANG DOLOG JAYA
  17. LA PIAZZA*
  18. MAL KELAPA GADING 1, 2 , 3,*
    Pusat perbelanjaan, mulai dibangun 1990, luas total 200 ribu meter persegi
  19. GADING FOOD CITY*

*)tidak terlihat pada peta
Sunter
PADA buku Rencana Induk 1965-1985, wilayah ini merupakan daerah resapan air. Kini nyaris tak ada ruang terbuka hijau. Di atas sebagian lahan konservasi itu tegaklah pabrik-pabrik. Yang lainnya menjadi wilayah hunian.

  1. KELURAHAN SUNTER AGUNG.
    Terdiri dari Perumahan Sacua/Nusantara, Taman Nyiur Sunter, Taman Sunter Agung, Nirwana Sunter Asri, Sunter Garden,dan Kompleks Perumahan Pemda DKI.
  2. Danau Sunter
  3. PERKANTORAN
  4. PT TOTOYA ASTRA MOTOR.
    Pabrik perakitan, didirikan pada 1973
  5. PT DUNIA EXPRESS TRANSINDO
    Didirikan pada 1990
  6. PT ASTRA KOMPONEN INDONESIA
  7. PT ASTRA DAIHATSU MOTOR-ASSY PLANT
  8. PT DENSO INDONESIA

Sumber: Majalah TEMPO Edisi. 35/XXXVI/22 – 28 Oktober 2007

October 23, 2007 Posted by klinjakarta2006 | Uncategorized | | 2 Comments

Master (Plin)Plan Jakarta

Majalah TEMPO, 35/XXXVI/22 – 28 Oktober 2007

Master (Plin)Plan Jakarta

INI dia nasib ruang terbuka hijau ibu kota. Ganti gubernur, ganti masterplan. Luasnya kian ciut: pada mulanya direncanakan bakal memakan sepertiga luas Jakarta, kini wilayah itu ditaksir tinggal seperlimabelasnya.
Padahal, ruang terbuka hijau merupakan saka guru sebuah kota. Di sinilah oksigen diproduksi, karbon dioksida didaur ulang serta udara disaring dari debu. Bukan hanya itu, wilayah ini juga menjadi mesin pendingin kota, daerah resapan air, habitat satwa, dan tempat rekreasi.
Karena fungsi ruang terbuka yang vital, pada Konferensi Bumi 1992 di Rio de Janeiro, Brazil, luasnya dibakukan: tak boleh kurang dari 30 persen. Bagi Jakarta, itu berarti luas area terbuka harus setara dengan 20 ribu lapangan sepak bola.
Yosep Suprayogi


RENCANA RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) 1965-1985
Alas hukum: Rencana Induk Djakarta 1965-1985
Gubernur: Soemarno/Ali Sadikin
Luas: 37,2% (241,8 km2)
Kategori: sangat ideal
Tonggak:

 
  • 1971. Gubernur Ali Sadikin melepaskan 13 hektare RTH Senayan untuk pembangunan hotel dalam rangka Konferensi Pariwisata Asia Pasifik. Belakangan, hotel itu ternyata menjadi properti perusahaan keluarga Ibnu Sutowo.
  • 1984. Luas ruang terbuka hijau 28,8%.
    RTH 1985-2005
    Alas hukum: Rencana Umum Tata Ruang Jakarta 1985-2005
    Gubernur: Soeprapto
    Luas: 26,1-31,5 % (169,65 km2) pada 2005
    Kategori: cukup ideal
    Tonggak:
  • 1990. Dua pertiga kawasan lindung Pantai Kapuk direklamasi menjadi perumahan Pantai Indah Kapuk
  • 1994. Hutan kota Tomang di Jakarta Barat dikonversi menjadi Mal Taman Anggrek
  • 1995. Luas ruang terbuka hijau 24,9%
  • 1996. Konversi besar-besaran RTH Senayan dimulai, ditandai dengan pembangunan Hotel Atlet Century dan Plaza Senayan
  • 1997. Hotel Mulia dibangun di atas RTH Senayan menggunakan memo Presiden Soeharto
  • 1998. Luas ruang terbuka hijau 9,6%.
  • 1999. Gubernur Sutiyoso “memutihan” pelanggaran ruang terbuka hijau dengan menerbitkan Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010.
    RTH 2000-2010
    Alas hukum: Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Jakarta 2000-2010
    Gubernur: Sutiyoso
    Luas: 13,94%(90,6 km2)
    Kategori: Tidak ideal
    Tonggak:
  • 2000. Luas ruang terbuka hijau 9,4% (kritis)
  • 2003. Luas ruang terbuka hijau 9,12%
  • 2005. Pemerintah Daerah membangun apartemen di atas ruang terbuka Polumas. Pembangunan ini digagas sejak masa Gubernur Soerjadi Soedirdja (1992-1997)
  • 2005. Kantor Wali Kota Jakarta Selatan dibangun di bekas pemakaman Blok P. Konversi ini digagas sejak zaman Gubernur Soerjadi Soedirdja (1992-1997)
  • 2007. Luas RTH ditaksir tinggal 6,2 %
    RTH 2010-2030
    Alas hukum: Rencana Umum Tata Ruang Jakarta 2010-2030
    Luas: 30%.
  • October 23, 2007 Posted by klinjakarta2006 | Uncategorized | | 1 Comment